Setiap detail pada rumah adat Aceh menyimpan filosofi dan nilai kehidupan masyarakatnya. Dikenal dengan nama rumah Krong Bade, hunian ini memiliki arsitektur yang sangat megah.
Bukan cuma indah di luar, setiap ruangan di dalamnya pun dibuat dengan makna tersendiri. Selain itu, arsitektur yang dibuat pada rumah ini juga mencerminkan keindahan arsitektur Nusantara, menggambarkan tatanan sosial masyarakat Aceh yang religius dan menghormati adat istiadat.
Ingin menjelajahi lebih lanjut tentang rumah tradisional Aceh tersebut? Yuk simak ulasan lengkap mengenai rumah Krong Bade di bawah ini, mulai dari ciri khas bangunan, filosofi, hingga fungsi setiap bagian ruang dari rumah Krong Bade di Aceh.
Mau tau apa saja macam rumah adat Sumatra Barat? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Rumah Adat Aceh: Krong Bade
Krong Bade adalah rumah adat khas Aceh yang dikenal dengan bentuknya yang megah dan sarat akan filosofi. Rumah ini dibagun dengan bahan kayu berkualitas tinggi, tujuannya agar bisa menopang beban dari rumah panggung ini yang berukuran besar.
Rumah Krong Bade dibuat seperti panggung dengan ketinggian 1-2 meter, terkadang juga lebih dari 3 meter bertujuan untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan Aceh.
Pasalnya, Aceh terkenal sering dilanda banjir dan gempa bumi, maka dari itu rumah Krong Bade dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah.
Selain menampilkan keindahan arsitektur tradisional, Krong Bade juga mencerminkan nilai-nilai Islami sesuai adat Aceh yang menjunjung tinggi kehormatan, kesopanan, dan kebersamaan. Tak heran jika rumah ini penuh dengan kaligrafi Arab dan tata letak ruang yang religius.
Fungsi Tiap Bagian Rumah Krong Bade
Rumah Krong Bade memiliki 4 bagian utama, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:
1. Seuramoe Keue
Seuramoe Keue atau Serambi Depan adalah bagian depan dari rumah Krong Bade. Bagian ini biasanya ditujukan untuk menerima tamu, bersantai, atau juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga dan masyarakat untuk bermusyawarah.
2. Seuramoe Teungoh
Seuramoe Teungoh atau serambi tengah, menjadi bagian dari rumah Krong Bade yang memiliki beberapa kamar. Masyarakat Aceh memiliki tradisi bahwa para tamu dilarang masuk ke ruangan ini, bahkan ada juga anggota keluarga tertentu yang dilarang memasukinya.
3. Seuramoe Likot
Seuramoe Likot atau serambi belakang menjadi bagian dari rumah Krong Bade berikutnya. Bagian ini dikhususkan untuk ruang makan, memasak, atau ruang bercengkrama dengan anggota keluarga yang lebih akrab.
4. Rumah Inong
Rumah inong atau kamar kepala keluarga menjadi bagian khusus yang biasa ada di rumah Krong Bade. Rumah ini biasanya digunakan untuk tempat istirahat kepala keluarga, terkadang juga digunakan untuk keperluan pernikahan.
Mau lebih detail tentang rumah adat Jawa Tengah Joglo? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Cari Pintu yang Cocok untuk Area Lembab? Fortress Aluminos Jawabannya!
Rumah panggung seperti Krong Bade biasanya berdiri di daerah dengan tingkat kelembaban tinggi, sehingga membutuhkan material bangunan yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Maka, di sinilah Fortress Aluminos hadir sebagai solusi terbaik.
Terbuat dari material aluminium berkualitas, Fortress Aluminos dapat digunakan di area lembab pada rumah Anda, terutama kamar mandi yang sering terkena cipratan air.
Material aluminium yang digunakan membuat pintu tahan terhadap risiko lapuk, dimakan rayap, ataupun karat dan korosi.
Selain itu, agar tidak menghilangkan nuansa tradisional di rumah adat, Anda juga bisa menggunakan pintu Fortress Aluminos bermotif urat kayu alami.
Jadi meski materialnya lebih kokoh dan kuat ketimbang kayu biasa, namun tampilannya bisa menyatu dengan ruang sekitar.
Tertarik menggunakan pintu Fortress Aluminos untuk rumah Anda? Yuk segera hubungi nomor WhatsApp di bawah ini untuk mendapat informasi seputar katalog, harga, dan motif yang tersedia.
